Konselor
membentuk organisasi profesi untuk mengawasi tugas-tugas
keprofesionalnya, Organisasi ini bernama Asosiasi Bimbingan Dan
Konseling Indonesia
disingkat ABKIN, hanya dapat dipakai dalam hubungan dengan usaha atau
kegiatan organisasi oleh Pengurus ABKIN tingkat Nasional, Propinsi
dan Kabupaten/Kota.Organisasi ini didirikan pertama kali di Malang
dengan nama IPBI yang selanjutnya berubah menjadi ABKIN berdasarkan
hasil Kongres Nasional di Bandar Lampung. Organisasi ini berkedudukan
di tempat kedudukan Ketua Umum Pengurus Besar.
Tujuan
Asosiasi
bimbingan dan konseling indonesia ialah :
- Aktif dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan dengan jalan memberikan sumbangan pemikiran dan menunjang pelaksanaan program yang menjadi garis kebijakan pemerintah.
- Mengembangkan serta memajukan bimbingan dan konseling sebagai ilmu dan profesi yang bermartabat dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.
- Mempertinggi kesadaran, sikap dan kemampuan profesional konselor agar berhasilguna dan berdayaguna dalam menjalankan tugasnya.
ORIENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Orientasi yang
dimaksud disini adalah “pusat perhatian” atau “titik berat
pandangan”. Berikut adalah hal-hal yang menjadi titik berat
pandangan atau pusat perhatian konselor terhadap kliennya.
- Orientasi Perseorangan
Orientasi
perseorangan
Bimbingan
dan
Konseling
menghendaki
agar
konselor
menitikberatkan
pandangan
pada
siswa
secara
individual.
Satu
per
satu
siswa
perlu
mendapat
perhatian.
Kondisi
keseluruhan
(kelompok)
siswa
itu
merupakan
konfigurasi
(bentuk
keseluruhan)
yang
dampak
positif
dan
negatifnya
terhadap
siswa
secara
individual
harus
diperhitungkan.
- Orientasi Perkembangan
Orientasi
perkembangan
dalam
bimbingan
dan
konseling
lebih
menekankan
lagi
pentingnya
peranan
perkmbangan
yang
terjadi
dan
yang
hendaknya
diterjadikan
pada
diri
individu.
Bimbingan
dan
konseling
memusatkan
perhatiannya
pada
keseluruhan
proses
perkembangan
itu.
- Orientasi Permasalahan
Orientasi masalah
secara langsung bersangkut paut dengan fungsi pencegahan dan fungsi
pengentasan. Fungsi pencegahan menghendaki agar individu dapat
terhindar dari masalah-masalah yang mungkin membebani dirinya,
sedangkan fungsi pengentasan menginginkan agar individu yang sudah
terlanjur mengalami masalah dapat terentaskan masalahnya.
- Ruang Lingkup Kerja BK
Pelayanan bimbingan
dan konseling memiliki peranan penting, baik bagi individu yang
berada dalam lingkungan sekolah, rumah tangga (keluraga), maupun
masyarakat pada umumya.
- BK di Sekolah
Sekolah merupakan
lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelanggarakan
bagi warga masyarakat. Dalam kelembagaan sekolah terdapat sejumlah
bidang kegiatan dan bidang pelayanan bimbingan dan konseling
mempunyai kedudukan dan peranan yang khusus.
- Tanggung Jawab Konselor di Sekolah
Dalam melaksanakan
tugas-tugas dan tanggung jawabnya itu konselor enjadi pelayan bagi
pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, khususnya bagi
terpenuuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan-tujuan perkembangan
masing-masing peserta didik.
- BK di Luar Sekolah
Warga masyarakat
yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling ternyata tidak
hanya mereka yang berada di lingkungan sekolah atau pendidikan formal
saja. Warga masyarakat di luar sekolah pun banyak yang mengalami
masalah yang peru dientaskan, dan kalau mungkin timbulnya
masalah-masalah itu justru dapat dicegah.
- Konseling Keluarga
Bimbingan dan
konseling keluarga menurut Palmo, dkk, sebenarnya bukan sesutu yang
baru. Dikatakan, pelayanan tersebut telah dimulai sejak pertengahan
tahun 1940, dan sejak tahun 1980 pelayanan yang menangani
permasalahan dalam keluarga yaitu tampak berkembang dengan cepat
pelayanan tersebut ditujukan pada seluruh anggota keluarga yang
memerlukannya.
- Konselor Multidimensial
Konselor
professional
yang
multidimensional
benar-benar
menjadi
ahli
yang
memberikan
jasa
berupa
bantuan
kepada
orang-orang
yang
sedang
memfungsikan
dirinya
pada
tahap
perkembangan
tertentu,
membantu
mereka
mengambil
manfaat
yang
sebesar-besarnya
dari
kondisi
dan
apa
yang
sudah
mereka
miliki,
membantu
mereka
menangani
hal-hal
tertentu
agar
lebih
efektif,
merencanakan
tindak
lanjut
atas
langkah-langkah
yang
telah
diambil,
serta
membantu
lembaga
ataupun
organisasi
melakukan
perubahan
agar
lebih
efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar